Ketika Ilmu dan Cinta Bertemu di Posyandu: Mahasiswa Fisioterapi UMM Dampingi Keluarga Desa Wotgalih - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Ketika Ilmu dan Cinta Bertemu di Posyandu: Mahasiswa Fisioterapi UMM Dampingi Keluarga Desa Wotgalih

151x dibaca    2025-08-21 21:00:00    Robiatul 'Adawiyah

Ketika Ilmu dan Cinta Bertemu di Posyandu: Mahasiswa Fisioterapi UMM Dampingi Keluarga Desa Wotgalih

Di balik senyum seorang anak, ada cinta dan kesehatan yang dijaga dengan penuh kesadaran. Namun, edukasi kesehatan keluarga masih sering dipahami sebatas angka timbangan dan jadwal imunisasi. Padahal, masa depan anak dimulai dari pemahaman yang utuh tentang tubuh, emosi, dan cinta yang menyertainya. Inilah yang mendorong mahasiswi Fisioterapi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk hadir di tengah masyarakat Desa Wotgalih, Kabupaten Pasuruan, dalam kegiatan Posyandu pada 11-14 Agustus 2025.

Tim Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) disambut hangat oleh kader posyandu setempat. Kegiatan ini merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam bidang kesehatan keluarga, dengan fokus pada kesehatan muskuloskeletal ibu hamil serta pencegahan masalah postur dan tumbuh kembang anak.

Selasa (12/8/2025) adalah Hari Pertama: Pemeriksaan Rutin dan Edukasi Nyeri Ibu Hamil, tim PMM UMM terlibat dalam pemeriksaan kesehatan rutin untuk ibu hamil dan balita. Mereka membantu mengukur lingkar lengan atas (LILA) serta tinggi dan berat badan anak sebagai bagian dari pemantauan status gizi.

Tak hanya itu, mahasiswa juga memberikan edukasi personal kepada ibu hamil mengenai cara mengatasi nyeri selama kehamilan, mulai dari teknik relaksasi, posisi tidur yang nyaman, hingga tips sederhana untuk mengurangi nyeri punggung.

Lebih dari sekadar memperhatikan kondisi janin, mahasiswa juga menekankan pentingnya kesejahteraan sang ibu. "Pada ibu hamil, perhatian itu tidak melulu mengenai si kecil. Kami ingin memastikan bahwa perjalanan sang ibu tetap nyaman dan bahagia dalam membawa si kecil. Karena kesehatan dan kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan si kecil," terang salah satu anggota tim.

Hari kedua, Rabu (13/8/2025) kegiatan berlanjut dengan edukasi seputar pemberian MPASI dan pemantauan tumbuh kembang anak. Suasana dibuat akrab melalui sesi berbagi pengalaman antar ibu peserta dan kader posyandu.

Tim menjelaskan tahapan tumbuh kembang anak dari sudut pandang fisioterapi, serta bagaimana gizi dan latihan sederhana dapat memengaruhi perkembangan anak. Materi disampaikan melalui poster interaktif dan contoh menu sehat berbasis bahan lokal yang mudah diolah di rumah.

Hari Ketiga, Kamis (14/8/2025), kegiatan ditutup dengan pemeriksaan DASS (Depression, Anxiety, and Stress Scale) bagi para ibu rumah tangga.

Tak banyak yang bertanya, "Bagaimana kabarmu hari ini, Bu?" Di hari terakhir, tim PMM UMM mencoba menjawab pertanyaan itu dengan tindakan nyata. Karena ibu yang tenang dan bahagia bukan hanya lebih sehat, tapi juga lebih mampu menjadi pelindung dan pendamping terbaik bagi anaknya.

Melalui pendampingan ini, para ibu memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bukan sekadar pengabdian, tapi pertemuan antara ilmu dan cinta. Mahasiswa belajar bahwa menjadi bermanfaat bukan dimulai dari gelar, tapi dari kepedulian. Dan para ibu belajar bahwa mereka tidak sendiri dalam menjaga masa depan anak-anak mereka.


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini